Indahnya Berbagi!

"Ketakutan adalah sumber keberanian, tanpa rasa takut seseorang tidak bisa disebut berani"

Saya sering bertanya ke peserta pelatihan, mengenai siapakah Antonio Meucci itu, sebagian besar menjawab bahwa beliau adalah saudara dari Antonio Banderas. Tentunya jawaban ini salah besar karena sekalipun sama-sama Antonio mereka tidak ada hubungan apa-apa. Lain halnya apa bila saya bertanya mengenai Sosok Alexander Graham Bell , hampir seratus persen tahu bahwa beliau adalah Sang Penemu Telepon. Ironisnya sekalipun pada tahun 2002 , Kongres Amerika memutuskan bahwa Antonio Meucci adalah penemu telepon yang sebenarnya, tetap saja nama Bell sudah melekat sebagai penemu telepon. Bahkan di Indonesia sendiri hampir semua orang memberikan istilah “NgeBell” sebagai kata ganti menelepon orang lain.

Terlepas dari intrik dan kerumitan dalam kasus Bell – Meucci, saya ingin menyampaikan dua hal penting : yang pertama; dunia menghargai Kecepatan (Siapa yang cepat dia yang menang – bisa membaca tulisan saya sebelumnya mengenai “Speed is Everything) , Kemudian yang kedua ;  Dunia ini menghargai eksistensi. Oleh karena itu pada point ini saya akan mengulas mengenai eksistensi dan cara untuk menjadi berani eksis di tengah masyarakat zaman now ini.

Blueprint Eksistensi

Pertama-tama   mari kita benahi dahulu blueprint (cetak biru) keyakinan kita mengenai eksistensi. Eksistensi menurut KBBI artinya adalah Keberadaan. Ironisnya seringkali kita menyamakan pribadi yang mampu menunjukkan eksistensinya sebagai orang yang sombong, bertentangan dengan ajaran kita semenjak dini yaitu untuk menjadi rendah hati dan tidak boleh sombong. Situasi makin rumit manakala kita diberikan didikan mengenai rendah hati tanpa diberitahukan bagaimana caranya, akibatnya munculah keyakinan-keyakinan yang keliru dan berbahaya, Misalkan : Menjadi eksis disamakan dengan sombong, Menunjukkan peran dan keberadaan dianggap sombong, lalu mengutarakan kapabilitas juga dikatakan sombong. Seketika kita enggan menunjukkan keberadaan karena takut dikatakan sombong dan tidak rendah hati.

Blueprint sebuah bangunan menentukan hasil akhir dari bangunan itu sendiri, demikian pula blueprint kehidupan akan menentukan kehidupan kita akan menjadi seperti apa. Tidak aneh bila akhirnya kita menemukan banyak orang yang menjadi pendiam, pemalu, hobi menyendiri, dan senang berada di sudut ruangan.

Keberanian Sejati

Kita lanjutkan dahulu mengenai keberanian, karena kita membutuhkan itu untuk menembus blueprint yang keliru atau mengupdgradenya.

Pernah suatu ketika saya bertanya pada peserta pelatihan mengenai hal apa yang membuat kita menjadi malu dan enggan menunjukkan eksistensinya. Mayoritas menjawab : TAKUT, mereka mengatakan kalau takut salah, takut bila salah lalu di bully, takut bila tidak didengar. Intinya adalah TAKUT.

Mari kita luruskan terlebih dahulu ; Keberanian adalah kemampuan untuk mengatasi rasa takut. Artinya rasa takut itu dibutuhkan untuk menjadi seorang pemberani. Tanpa ada ketakutan maka tidak akan ada pula keberanian.

Kesimpulannya apabila kalian takut, saya mau katakana :”BAGUS….artinya kalian bisa jadi BERANI”, Lalu bagaimana cara mengubah ketakutan menjadi Keberanian.

Mengubah Ketakutan Menjadi Berani

Intinya adalah dimulai dari pemikiran terlebih dahulu, apa yang bisa kita taklukan didalam pikiran dapat kita taklukkan dalam dunia nyata. Ada 4 Jurus Sederhana dan Aplikatif yang mampu kita lakukan untuk memenangkan ketakutan di dalam pemikiran kita.

            Cara tersebut adalah :

  1. Pelajari Aturan Main

Ketakutan ada banyak, tidak hanya ketakutan dalam hal berbicara atau eksistensi saja. Adapula ketakutan seperti : jatuh dari tempat tinggi, bermain dengan binatang tertentu. Dll.  Jurus ini didasarkan pada Pepatah “Orang Berani karena Benar”. Cara mempraktekkan jurus ini adalah pelajari dahulu cara dan aturan mainnya.

Contoh 1. bermain Flying Fox : pelajari aturan mainnya dengan bertanya pada instruktur, cek ketinggiannya, lihat alat dan safetynya, cari testimony dari yang sudah pernah, Lihat orang-orang yang sedang melakukannya.

Dengan melakukan beberapa hal diatas seketika ketakutan kita akan berkurang, karena logika dan akal sehat kita kembali menguasai.

Contoh 2. Saat menjawab di dalam kelas, belajarlah terlebih dahulu, lihat aturan main guru/dosen saat mengijinkan siswa menjawab, pelajari cara menjawab yang benar (tangan mana yang diangkat, Cara menjawab yang baik, dll)

Dalam jurus Mempelajari Aturan Main intinya adalah : kesalahan atau hal yang tidak diinginkan muncul karena 3 aspek.

  • Aspek Diri Sendiri : Sudahkah kita ikuti aturan mainnya? dll
  • Aspek Lingkungan : Apakah lingkungan sudah sesuai? dll
  • Aspek Eksternal : Nasib, Keberuntungan , dll

Saat kita memahami bahwa 2 aspek pertama, yang berada di dalam kontrol kita sudah BENAR, aspek berikutnya adalah berdoa atau baca bismillah dan ………..ACTION.

  1. Hukum Aksi – Reaksi

Aksi reaksi adalah salah satu kesadaran pertama manusia, bahkan manusia primitifpun memahami hukum ini. Memahami hukum ini cukup mudah yaitu dengan menggunakan premis  jika dan maka.

Kunci menjadi berani ada pada KEIKLASAN kita untuk menerima semua “maka” (reaksi) yang akan terjadi, “jika” (aksi) kita berani.

  1. Support

Ini adalah jurus yang menarik, karena pada beberapa kasus kami temui, seorang anak yang tidak berani untuk bermain perosotan, dan seketika menjadi berani manakala ada temannya yang mau bersama-sama menjalani atau sudah lebih dahulu menjalani.

Tidak perlu menjadi pakar dibidang ini untuk memahami bahwasanya keberadaan teman itu sangat bermanfaat dalam mengasah diri menjadi pemberani.

Pada situasi keaktifan di dalam kelas : Anak akan menjadi sangat Percaya Diri dan Berani karena dia yakin, sekalipun seisi kelas tidak setuju atau mem”bully” tapi tetap ada teman baiknya yang mendukung.

Inti dari jurus ini adalah miliki lingkungan yang supportif.

  1. Resiko Terburuk

Jurus ini adalah pelengkap dari jurus aksi dan reaksi, kenali resiko terburuk yang bisa muncul. Dengan mengetahui resiko terburuk yang muncul di kombinasikan dengan keiklasan kita untuk menerima resiko tersebut, maka seketika siituasi akan berbalik menjadi “Nothing to lose, Nothing to Worry, dan Nothing to be Afraid of…”

Contoh seperti yang terdapat pada video : Semisal resiko terburuk menjadi eksis di group WA adalah di kick (keluarkan) dan anda sanggup menerima itu, maka lakukan.

Empat jurus yang sederhana namun sangat powerful untuk menjadi berani.

Keberanian untuk Eksis

Tahap berikutnya mari kita gabungkan keduanya ;

            Eksistensi adalah hal yang kita butuhkan di era VUCA ini dimana dunia berubah begitu cepat dan acaknya (lihat video mengenai VUCA). Menjadi eksis bukan lagi hobi namun tuntutan. Untuk bisa dihargai dan dimengerti kita harus mampu menunjukan diri kita. Keterlambatan dalam menunjukan eksistensi akan menjadi hal yang fatal seperti yang terjadi pada Antonio Meucci (baca “Speed is Everything).

            Aplikasi materi ini bisa dilihat di video tautan di bawah tulisan ini.

Berani Eksis artinya berani untuk menunjukan kelebihan kita , untuk mengakui kelemahan kita (dan menjadikannya kekuatan kita) dan senantiasa belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

Apabila ada yang ingin bertanya atau berkeluh kesah mengenai SDM, Perusahaan, atau Marketing. Klik salah satu link dibawah ini.Whatsapp atau Email

 

Semua email akan masuk ke Kotak Masuk Pribadi dan saya usahakan sesegera mungkin untuk membalas dengan solusi terbaik versi saya.

Bagi kasus yang sekiranya menarik akan saya buatkan videonya juga.
Apabila keilmuan saya kurang untuk menjawab, akan saya ajak rekan saya yang lebih kompeten untuk menjawab.

 

Indahnya Berbagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *