Wisata Solo

Indahnya Berbagi!

Solo City Tour Jendela Nusantara - Kereta Api Jaladara
Solo City Tour Jendela Nusantara – Kereta Api Jaladara

Berbicara kota Solo, orang akan teringat dengan wisata budaya, wisata sejarah, kuliner, dan yang paling menyenangkan lagi adalah harga-harga yang ada di Solo sangat terjangkau. Ditambah lagi sekarang ini banyak sekali program wisata Solo yang menarik dan berkesan setelah mengunjungi kota Solo. Bagaimana sahabat traveler, tertarik kan berkunjung ke Solo?

Jika artikel lalu kita membahas cara menikmati kota Solo dengan Program Solo Amazing Race, sekarang kita akan membahas program Solo City Tour Jendela Nusantara. Apasih yang menarik Solo City Tour Jendela Nusantara ini? Solo City Tour sebenarnya program yang hampir dimiliki oleh semua pegiat wisata, tetapi Jendela Nusantara membuat program Solo City Tour lebih menarik dan berkesan. Salah satu penunjang program Solo City Tour adalah transportasi.

SOLO CITY TOUR JENDELA NUSANTARA - KERETA API JALADARA
SOLO CITY TOUR JENDELA NUSANTARA – KERETA API JALADARA

Para pegiat transportasi kini terus bersaing untuk mempercantik dan memberikan fasilitas-fasilitas modern yang membuat pengendara dan penumpangnya nyaman. Maka tak heran jika kini transportasi tradisional dan kuno (dalam artian mesin yang belum canggih) banyak ditinggalkan yang menyebabkan transportasi ini mulai sulit ditemukan di jalanan. Mereka tersingkirkan oleh transportasi yang lebih modern dan nyaman. Akan tetapi beberapa transportasi kuno dan tradisional yang memiliki nilai sejarah, masih dipertahankan dan masih bisa ditemui di museum seperti andong milik Keraton yang disimpan di museum dan akan digunakan pada waktu tertentu.  Kemudian ada juga yang dijadikan sebagai program wisata di kawasan wisata, misalnya saja andong dan becak di Malioboro, sepeda onthel di kawasan wisara Borobudur, dan Kereta Api Uap di Ambarawa dan Solo.

Transportasi-transportasi tersebut sebetulnya masih mudah ditemukan di Solo dan bisa menjadi program Solo City Tour. Dan yang paling diminati wisatawan adalah andong dan kereta api uap. Tetapi kali ini kita akan membahas Kereta Api Uap yang ada di Solo dalam program Solo City Tour. Kereta Api Uap di Solo biasa dijuluki dengan Kereta Api Jaladara. Kereta Api Jaladara ini dioperasikan dengan  lokomotif uap C1218 dan menarik dua buah gerbong kayu jati asli buatan tahun 1920 dengan kode CR 16 dan CR 144 dengan penumpang maksimal 70 orang. Bahan bakar Kereta Jaladara menggunakan Kayu Jati sehingga tarif untuk kereta ini cukup mahal yaitu 3 juta untuk pulang pergi sudah termasuk fasilitas guide yang akan menjelaskan sejarah kereta dan sejarah kota Solo. Karena kereta Jaladara masih menggunakan lokomotif uap maka masih memerlukan air untuk menghasilkan tenaga uap sehingga bunyi dari kereta ini sangat berisik. Karena tarif yang cukup mahal inilah menyebabkan kereta ini tidak selalu beroperasi, dan hanya beroperasi ketika ada yang memesan dan mampu membayar tarif tersebut dengan kapasitas penumpang maksimal 70 orang. Karena tidak selalu beroperasi inilah menjadikan warga Solo sendiri antusias ketika melihat kereta tersebut melintasi jalan Slamet Riyadi.

Kereta Jaladara beroperasi dari stasiun Purwosari menuju stasiun Sangkrah dengan waktu tempuh satu sampai satu setengah jam perjalanan bolak balik. Yang lebih menarik lagi dari kereta Jaladara yang tidak dimiliki di kota manapun adalah kereta ini melaju di rel yang berada di pinggir jalan raya utama kota Solo, yaitu jalan Slamet Riyadi. Untuk waktu operasinya hanya diperbolehkan pada jam 07.00 pagi, sehingga suasananya masih asri. Ketika wisatawan menaiki kereta Jaladara, wisatawan akan merasakan sensasi naik kereta berdampingan dengan mobil, motor dan trasnportasi lainnya dan kebetulan jalur ini juga melewati beberapa tempat yang menjadi ikon kota Solo, seperti Loji Gandrung, Gladag, Staisun Sangkrah, dan beberapa spot lain. Ketika melewati tempat-tempat tersebut, biasanya kereta akan diberhentikan sekitar 10 sampai 15 menit untuk berfoto-foto.

Saat sampai di stasiun Sangkrah, lokomotif uap akan berputar arah supaya kereta dapat kembali ke Stasiun Purwosari. Kemudian para petugas juga akan mengisi air untuk tenaga uap. Setelah lokomotif uap berputar arah, dan air sudah terisi penuh, maka saatnya kereta kembali melaju ke stasiun Purwosari dengan jalur yang sama saat berangkat. Wisata kereta ini memberikan kesan penumpangnya kembali pada jaman dahulu dengan suasana kereta kunonya dan beberapa tempat yang mempertahankan arsitektur Belanda jaman dulu membuat wisatawan penasaran.

Selesai dengan tour kereta api Jaladara, wisatawan biasanya akan melanjutkan wisata mengunjungi tempat-tempat di kota Solo yang tadi sudah dilewati saat naik kereta Jaladara. Setelah tour dengan kereta, Jendela Nusantara telah menyiapkan program selanjutnya, yaitu dengan mengunjungi keraton Kasunanan atau keraton Mangkunegaran, wisatawan akan berkeliling bersama guide supaya memahami seluk beluk keraton tersebut. Selain itu, di Keraton telah disiapkan beberapa challenge yang akan dibagikan kepada tim yang sebelumnya sudah dibagi terlebih dahulu. Challenge di dalam Keraton ini diantaranya mencari koleksi tertua dari keraton kemudian foto bersama, atau ada juga mencari objek yang sudah ditentukan sesuai dengan clue card dan berswafoto seluruh anggota tim. Dengan challenge tersebut, harapannya wisatawan menikmati liburannya sambil membangun kerja sama bersama timnya.

Setelah itu bisa juga dilanjutkan dengan mengunjungi industri batik. Di Solo sendiri terdapat  dua lokasi industri pabrik yang terkenal dan sudah ada sejak era kerajaan Islam di Indonesia yaitu kampung batik Kauman dan kampung batik Laweyan. Ke dua lokasi ini memiliki ciri khas yang berbeda tentunya, kampung batik Kauman memiliki ciri motif batik klasik yang pakem sesuai aturan Keraton sedangkan batik Laweyan memiliki ciri motif yang lebih berwarna terang dan motif yang lebih bebas.

SOLO CITY TOUR - MEMBATIK
SOLO CITY TOUR – MEMBATIK

Di dua lokasi kampung batik tersebut tidak hanya menawarkan hasil batik tulisnya saja, tetapi juga menawarkan paket wisata belajar membatik selama dua jam. Sehingga wisatawan tidak hanya berbelanja batik, tetapi bisa belajar membatik dari awal sampai akhir dan hasilnya bisa dibawa pulang. Harapannya, dengan belajar membatik ini, wisatawan lebih bisa menghargai batik yang menjadi budaya asli Indonesia dan ikut melestarikan. Dan akhirnya wisatawan akan mengapresiasi batik dengan berbelanja dan tentunya akan berdampak juga bagi pendapatan daerah karena kunjungan wisata.

Tidak jauh dari kota Solo,  ada satu tempat wisata baru yang terletak di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Letaknya sendiri berada di sebelah barat Kota Solo, yaitu bekas pabrik gula Colomadu yang sekarang direnovasi dan menjadi Museum de Tjolomadoe. Jika berkendara dari kota Solo kurang lebih membutuhkan waktu 15-20 menit, tergantung situasi dan kondisi lalulintas.

SOLO CITY TOUR- JENDELA NUSANTARA - DE TJOLOMADU
SOLO CITY TOUR- JENDELA NUSANTARA – DE TJOLOMADU

Seperti nama asli dari tempat ini, bekas pabrik gula. Isi dari Museum de Tjolomadoe sendiri berupa mesin-mesin pembuat gula yang pada masanya menjadi urat nadi beroperasinya pabrik tersebut. Setelah berhenti beroperasi, akhirnya direnovasi dan dijadikanlah museum. Didalamnya banyak sudut-sudut atau bagian yang menerangkan seberapa megah dan besarnya pabrik ini dulu kala saat masih aktif. Bagian utama bangunan pabrik sendiri memajang mesin-mesin raksasa yang sudah direhab dan tentunya sudah tidak beroperasi dan hanya menjadi pajangan. Sepanjang bangunan utama museum, jika melihat ke atas maka akan terlihat susunan pipa-pipa uap berukuran besar yang dahulunya menjadi satu kesatuan dalam proses pembuatan gula.

Museum ini cukup luas dan besar untuk dijelajahi. Setiap sudut bangunan bisa dikatakan ” Instagramable ” , cocok bagi yang hobi berfoto-foto dan mengabadikan setiap jengkal perjalanan wisata Anda. Karena fungsinya sudah berubah, di Museum de Tjolomadoe ini mempunya satu ruangan besar seperti ” Hall ” untuk mengadakan acara-acara berskala nasional ataupun internasional. Beberapa konser musisi nasional dan internasional pernah diadakan ditempat ini.

Melakukan Solo City Tour masih belum lengkap jika tidak menjajal kulinernya. Kuliner khas di Solo sendiri terbilang cukup banyak dan masih mudah ditemui dan harganya sangat terjangkau untuk wisatawan. Berikut beberapa kuliner khas Solo yang terkenal dan memang rasanya nikmat:

  • Nasi Liwet (banyak dijumpai di pinggir jalan kota Solo)
  • Selat Solo Viens dan warung Selat Mbak Lies
  • Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer
  • Sate Kambing Mbok Galak
  • Serabi Notosuman
  • Timlo Solo Sastro
  • Es Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gedhe
  • Cabuk Rambak
  • Brambang Asem
  • Lenjongan
  • Sate Kere
  • Wedang Asle dan wedang Ronde
  • Es Gempol Pleret
  • Tahok di Pasar Gedhe
  • Gudeg Ceker Margoyudan
  • Harjo Bestik
  • Susu Shi Jack
  • Dll

Mau Lihat langsung kereta api jaladara seperti apa??

Lihat Video ini

Solo City Tour

Indahnya Berbagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *