4 Tempat Outbound Terbaik di Semarang

TEMPAT TERBAIK UNTUK OUTBOUND DI SEMARANG

Outbound di semarang saat ini menjadi kebutuhan baru bagi dunia industri. Mengapa? Karena dalam pelaksanaannya outbound mampu menghadirkan nilai lebih bagi sebuah acara baik itu wisata atau gathering.

Outbound sendiri saat ini telah dikenal luas sebagai pemainan yang mampu mempererat hubungan. Permainan ini mampu mengkombinasikan antara komunikasi dan interaksi yang dikemas dengan games yang riang gembira.

Outbond akan lebih menyenangkan jika dipadukan dengan lokasi di luar ruangan. Lokasi dengan rumput hijau dan angin yang sejuk akan menambah manfaat dari kegiatan outbound anda. Tak hanya komunikasi dan kedekatan, anda juga akan mendapatkan kesegaran Fisik dan Mental dalam sekali kegiatan yang menyenangkan.

Bagi anda yang berada di sekitar kawasan Semarang, Berikut adalah lokasi terbaik untuk melakukuan aktivitas menyenangkan penuh manfaat ini :

 

The Green Valley – Bandungan

The Green Valley menawarakan suasana pegunungan yang masih asri, bebas polusi dengan atmosfir yang tenang.  Udara sejuk dengan pepohonan yang hijau dapat Anda nikmati dengan berbagai permainan seru. Di The Green Valley kalian akan merasakan fasilitas training, gathering dan outbound dengan konsep resort. Di The Green Valley terdapat cottage dengan gaya rumah tradisional Indonesia

tempat outbound semarang
tempat outbound semarang

Vanaprastha – Gedongsongo

Vanaprastha sangat cocok bagia anda yang ingin menikmati kesejukan alam .Terletak pada ketinggian 1.200 meter diatas permukaan laut anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam. Tempat ini sangat cocok untuk dijadikan lokasi Outbond. Tidak hanya itu saja, anda juga dapat berkunjung ke Candi Gedongsongo

tempat outbound semarang
tempat outbound semarang

Kampoeng Banyumili – Salatiga

Kampung ini merupakan destinasi yang menarik untuk rekreasi, selain itu pengunjung juga dapat melakukan kegiatan memancing dengan pemandangan persawahan, bukit, udara yang asri, serta pegunungan untuk melakukan outbound.Di Kampoeng Banyumili tersedia wahana permainan seperti flying fox, marine bridge, dan kolam ikan yang sangat luas.

tempat outbound semarang
tempat outbound semarang yang terbaik

Eling Bening – Bawen Ambarawa

 

Ditempat ini anda akan melihat resto dan kolam renang yang terletak di atas perbukitan di daerah Bawen Ambarawa Kabupaten Semarang. Anda  dapat menikmati  pemandangan yang indah dari ketinggian bukit merupakan daya tarik tersendiri yang diberikan saat kita berada di Eling Bening. Selain itu anda juga dapat melihat langsung Pemandangan Rawa Pening dan Kota Ungaran dari atas bukit ini.

 

Kegiatan outdoor (Outbound, gathering, team building)  adalah kegiatan yang tidak setiap hari dilakukan, idealnya tentunya dikerjakan oleh provider outbound yang terbaik demi hasil yang terbaik

silahkan hubungi PT.Jendela Nusantara di panel whatsapp dibawah atau

Berikut satu video portofolio salah satu event terbaik dari jendela nusantara

 

Gathering bukan satu hal yang setiap hari dilakukan, kadang setahun, kadang harus menunggu Omset masuk. So….Pastikan event anda ditangani oleh yang berpengalaman dan terbaik

Nardi Hidayat
Trainer Hits Indonesia

CONTACT

hub. 08112760555 (WA, SMS, CALL)

0271 7467225

5 Tempat wisata budaya di Kota Solo yang sering dikunjungi

WISATA BUDAYA DI SOLO

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan adat istiadat serta budaya. Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya masing-masing yang mencerminkan daerah tersebut.

Kita sebagai warga Indonesia harus menjaga adat istiadat yang terdapat di daerah tempat tinggal masing-masing. Salah satu caranya yaitu dengan mengunjungi tempat wisata budaya tersebut.

Pada kesempatan kali ini, akan membahas seputar wisata budaya yang terdapat di Kota Solo. Ada beberapa wisata budaya yang wajib dikunjungi seperti :

Museum Danar Hadi Solo

Museum Danar Hadi ini merupakan sebuah museum yang mengoleksi berbagai model batik. Mulai dari batik local hingga batik yang berasal dari mancanegara.

Bahkan, bila kita mengunjungi museum ini kita dapat menemukan batik-batik koleksi  antik yang sudah eksis sejak masa penjajahan Belanda, Jepang, bahkan sampai Indonesia merdeka.

Di dalam Museum ini anda dapat melihat cara proses pembuatan batik tradisional hingga modern. Selain itu anda akan dikenalkan dengan bahan-bahan yang diperlukan untuk proses membatik.

Wisata Budaya Solo - Batik Danar Hadi
Wisata Budaya Solo – Batik Danar Hadi

Keraton Kasunanan Solo

Objek wisata ini sangat popular di Kota Solo karena tempat ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram. emiliki luas area sekitar 54 are dan banyak koleksi patung, senjata dan pusaka kerajaan.

Terdapat satu bangunan yang tidak dimiliki oleh Keraton lainnya yaitu Menara Sanggabuwana yang didirikan pada 1782. Konon menjadi tempat bertemunya Ratu Laut Selatan dengan Raja.

Menara ini memiliki tinggi 30 meter dan berfungsi sebagai menara sekaligus tempat memata-matai para musuh pada jaman penjajahan.

Pengunjung Keraton Kasunanan Surakarta juga dapat melihat wisata warisan budaya yang lain seperti upacara adat, tarian sakral dan musik diantaranya adalah yang terkenal adalah sekaten dan malam Suro.

pada beberapa kesempatan keraton juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk kegiatan outbound seperti treasure hunt atau amazing race

wisata budaya solo - keraton kasunanan
wisata budaya solo – kraton kasunanan

Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu kawasan sentral batik di Solo yang sudah berdiri sekitar 400-an tahun yang lalu. Kampung ini sudah ada sejak tahun 1546 di zaman Kerajaan Pajang. Uniknya sampai dengan saat ini masyarakat Laweyan masih banyak yang menekuni batik sebagai mata pencaharian mereka.

Dahulu teknologi pembuatan batik masih sangat minim sehingga masyarakat banyak menghasilkan batik tulis. Saat ini justru batik tulis menjadi komoditas yang sangat bernilai.

Disini anda dapat secara langsung untuk mencoba membuat batik dan hasilnya dapat dibawa pulang sebagai buah tangan.

Wisata Budaya Solo - Kampung Batik Laweyan
Wisata Budaya Solo – Kampung Batik Laweyan

Istana Mangkunegaran

Istana Mangkunegaran ini biasanya dikenal dengan Pura Mangkunegaran. Pura ini terletak di Banjarsari Surakarta. Museum ini menempati sebuah bangunan utama dari Pura Mangkunegaran, yaitu Dalem Ageng.

Dalem Ageng merupakan bangunan yang berada di Pura Mangkunegaran yang menjadi tempat diadakan upacara-upacara tradisional dan memiliki bentuk limasan dengan 8 buah tiang penyangga (saka guru), dan tidak memiliki plafon, sehingga usuk-usuk dan reng-reng dapat dilihat, yang merupakan symbol dari matahari (surya sumirat).

Wisata Budaya Solo - Pura Mangkunegaran
Wisata Budaya Solo – Pura Mangkunegaran

Museum Radya Pustaka

Museum ini diklaim sebagai museum tertua di Indonesia. Museum Radya Pustaka didirikan pada 18 Oktober  1890 oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningkrat IV. Saat ini di Museum Radya Pustaka menyimpan benda benda peninggalan, gamelan jawa , pusaka , tombak , keris dll. Museum ini terletak di satu komplek dengan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta.

Wisata Budaya Solo - Museum Radya Pustaka
Wisata Budaya Solo – Museum Radya Pustaka

Informasi wisata solo

Hotline : 02717467225

WA : 08112760555

 

 

 

6 Tips Berlibur Bersama Anak

Menghabiskan liburan bersama anak sangat diperlukan oleh sebuah keluarga. Momen tersebut sangat dinantikan baik dari anak hingga orang tua. Namun, banyaknya kejadian dimana berwisata bersama anak malah menjadi bencana dapat mengurungkan niat untuk berwisata bersama keluarga. Jangan sampai anda mendapati kejadian yang tak diinginkan tersebut saat berwisata bersama keluarga, alangkah lebih baik anda mengikuti 6 tips berlibur bersama anak berikut ini :

  1. Seleksi tempat hiburan
    Pilihlah tempat hiburan yang bisa menjamin keamanan dan kenyamanan anak. Sesuaikan keamanan dan kenyamanan yang diberikan sesuai dengan usia dan tumbuh kembang mereka
  2. Bersiap untuk segala kemungkinan
    Orang tua harus siap dengan segala kemungkinan yangt dapat mengancam anak. Anda bisa juga memberikan tindakan preventif seperti memberikan identitas khusus untuk anak seperti pakaian atau apapun yang mudah untuk mengenali anak anda. Apabila anak tersesat harapannya akan mudah untuk ditemukan dan dikenali agar si kecil bisa dengan mudah ditemukan.
  3. Selalu Mendampingi anak
    Peran orang tua senantiasa mendampingi anak-anak baik secara langsung (dekat dengan orang tua) atau pun tidak langsung (tanpa orang tua) dalam aktivitas liburan anak dengan tetap memperhatikan keperluan dan kebutuhan anak ketika di lokasi pariwisata.
  4. Kontrol aktivitas wisata anak
    Tiap lokasi wisata pasti memiliki area terlarang, pastikan anda memperhatikan anak anda untuk tidak mendekati bahkan memasuki area tersebut. Maka peran orang tua untuk memberikan pengawasan langsung maupun tak langsung sangat diperlukan.
  5. Memberikan pendidikan
    Orang tua harusnya juga bisa menanamkan edukasi kepada anak di obyek wisata, seperti tidak merusak obyek, membuang sampah pada tempatnya wisata dan lainnya.
  6. Mengutamakan keselamatan
    Orang tua harus mengutamakan keselamatan anak dan keluarga di tempat pariwisata. Hal tersebut berkaitan dengan objek wisata yang digunakan. Hindari waktu melakukan aktivitas hingga larut malam, dan tentunya orang tua harus menghindari konsumsi minuman beralkohol, pemakaian obat-obat terlarang dan segala jenis narkoba saat berwisata bersama anak.

Karakteristik Gen Z

Membahas tentang generasi Z memang seru dan seakan tidak ada habisnya. Masing-masing generasi memiliki karakteristik yang unik, termasuk generasi Z. Saat ini generasi Z sering didefinisikan dengan karakteristik gen z sebagai berikut.

Skeptis dan sinis. Tidak seperti generasi-generasi pendahulunya yang cenderung berjuang demi idealisme, generasi Z justru lebih skeptis dan sinis. Sikap skeptis dan sinisme yang dimaksud adalah perilaku yang mengutamakan realita dalam pengambilan keputusan. Generasi yang satu ini akan mengutamakan kebutuhannya sebagai dasar untuk menentukan sesuatu.

Menjunjung tinggi privasi. Sang generasi Z tidak suka bila sepak terjangnya di media sosial dilacak orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya pengguna Facebook dari kalangan generasi Z. Sementara media sosial yang sifatnya lebih privat seperti SnapChat dan Instagram justru kian digandrungi. Rupanya generasi Z ingin bebas berekspresi di media sosial tanpa terusik oleh opini orang lain.

Kemampuan multi-tasking yang hebat. Soal kemampuan multi-tasking, sudah pasti generasi Z-lah jagoannya. Generasi ini mampu memaksimalkan kemampuan multi-tasking dengan 5 media berbeda sekaligus. Misalnya, mereka bisa mengetik di laptop sembari mendengarkan lagu dari internet, mengakses media sosial melalui gawai, mencari referensi penting untuk menyelesaikan tugas, dan menonton TV.

Ketergantungan terhadap teknologi. Bagi generasi Z, teknologi di genggaman tangan bisa diibaratkan seperti udara dan air. Generasi ini tidak akan bisa hidup dengan baik jika tidak didampingi teknologi. Mereka merasa kalau teknologi membuat mereka mudah terhubung satu sama lain dan mudah mengakses berbagai informasi penting setiap hari.

Pola pikir yang sangat luas dan penuh kewaspadaan (hyper aware). Berusaha meyakinkan generasi Z tentang suatu hal bukanlah perkara mudah. Sebagai generasi yang berhubungan erat dengan teknologi, generasi Z tidak pernah kesulitan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan. Sehingga hal ini membuat generasi Z memiliki pola pikir yang sangat luas dan ekstra waspada terhadap hal-hal di sekitarnya.

Keinginan untuk berwiraswasta. Para ahli memperkirakan bahwa 72% generasi Z ingin masuk ke dunia kerja sebagai seorang wiraswasta. Sebab generasi Z memiliki kemampuan analisis pasar serta tekad yang besar untuk menjadi seorang pebisnis mandiri.

Generasi Pendahulu Patut Mendukung Tumbuh Kembang Generasi Z

Generasi Z yang cerdas dan sedang menempuh pendidikan membutuhkan banyak dukungan dari para generasi pendahulunya. Generasi baby boomer, generasi X, dan generasi Y saat ini menempati posisi sebagai kakek atau nenek, orang tua, guru, atau tutor bagi generasi Z. Perbedaan karakteristik antargenerasi tentu menjadi salah satu hambatan terbesar untuk menjalin komunikasi efektif. Tentunya pemahaman terhadap gaya belajar generasi Z menjadi sangat penting.

Jika dibandingkan dengan generasi Z, tentu saja baby boomer dan generasi X tertinggal jauh untuk urusan teknologi. Kendati demikian, hal ini tidak lantas menjadi batu sandungan untuk mendekatkan diri dengan generasi Z. Bermodalkan rasa ingin tahu dan semangat belajar yang besar, baby boomer dan generasi X pasti mampu menjadi pendidik dan teladan yang baik bagi generasi Z. Murid-murid generasi Z tidak akan merasa bosan bila dibimbing oleh generasi baby boomer dan generasi X yang terbuka terhadap perkembangan zaman.

Berbeda dengan baby boomer dan generasi X, generasi Y jelas memiliki pemahaman teknologi yang lebih baik. Lahir pada peralihan zaman konservatif ke zaman modern membuat generasi Y bisa memposisikan diri sebagai “jembatan penghubung” bagi dua generasi pendahulunya dan generasi Z. Para peneliti mengemukakan fakta bahwa generasi Y memiliki kemampuan multi-tasking dengan 3 media berbeda. Hal ini tentu menjadi salah satu hal yang mendasari kemiripan generasi Y dengan generasi Z, walaupun multi-tasking generasi Z masih lebih unggul.

Generasi Y mesti membatasi perilaku individualisme supaya bisa menyelami sang generasi Z. Bukan mustahil kalau kolaborasi generasi Y dan generasi Z akan menghasilkan hal-hal besar di masa mendatang.

Karakter Gen Z di Indonesia

Generasi Z (Gen Z) adalah salah satu segmen yang potensial di Indonesia. Mereka adalah segmen anak-anak dan remaja dengan rentang usia 10-19 tahun. Gen Z sangat mempengaruhi keputusan berlibur dan pembelian produk elektronik.

Nielsen Indonesia dalam laporannya merumuskan bahwa 47% anak-anak yang berusia 10-14 tahun) memiliki pengaruh terhadap keputusan untuk berlibur. Sedangkan 33% anak-anak mempengaruhi keputusan untuk membeli produk elektronik.

Sedangkan, segmen remaja (usia 15-19 tahun) juga turut mempengaruhi keputusan untuk berlibur, jumlahnya mencapai 67%. Adapun 62% remaja juga mempengaruhi pada keputusan untuk membeli produk elektronik.

Dikatakan Hellen Katherina, Executive Director, Head of Watch Business Nielsen Indonesia, Gen Z adalah pasar masa depan. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku industri untuk memahami perilaku dan kebiasaan mereka.

Pada usia yang sangat muda, mereka sudah memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keputusan membeli dalam keluarga. Pemahaman mengenai perilaku dan kebiasaan mereka dalam mengkonsumsi media akan membuka peluang bagi para pemilik brand dan pemasar untuk dapat membangun hubungan jangka panjang dengan mereka.

Lantas, kegiatan apa saja yang paling digemari oleh Gen Z? Menurut Nielsen Consumer & Media View Q2 2016, aktifitas fisik seperti olahraga merupakan kegiatan yang paling disukai anak-anak (48%) dan remaja (44%).

Selanjutnya, menonton televise sebesar 38% pada segmen anak-anak dan 32% pada segmen remaja. Jika segmen anak-anak rata-rata menonton TV mencapai 4 jam 55 menit, maka segmen remaja, lama menonton TV mencapai 4 jam 42 menit.

Kegiatan tertinggi ketiga adalah mendengarkan musik, yakni 17% pada segmen anak-anak dan 25% pada segmen remaja. Kegiatan mendengarkan musik salah satunya dapat dilakukan lewat radio. Pada segmen remaja, mereka menghabiskan waktu 2 jam 20 menit untuk radio. Sementara itu, anak-anak menghabiskan 1 jam 45 menit.

Ternuata, kegiatan berselancar di internet pada segmen anak-anak jauh lebih rendah dibandingkan segmen remaja, yakni hanya 8%. Sedangkan segmen remaja, kegiatan berselancar di internet bisa mencapai 17%. Rata-rata remaja menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk mengkonsumsi internet (2 jam 29 menit) dan anak-anak menghabiskan waktu 1 jam 37 menit untuk internet.

5 Generasi dari Waktu ke Waktu

Dunia ini semakin canggih dengan perkembangan teknologi yang berjalan cepat. Setiap perkembangan dan seiring berjalannya waktu, terbentuk satu generasi baru yang tentu saja memiliki pola pikir dan karakter yang berbeda oleh karena berbagai faktor sehingga membentuk kepribadian dan bahkan cara berpikir tersendiri.

Setidaknya ada 5 generasi yang ada dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini. Mari simak ulasannya dan termasuk generasi yang manakah Anda?

Baby Boomers (Lahir Pada Rentang Tahun > 1960)

Generasi ini terlahir pada masa-masa dimana berbagai perang telah berakhir sehingga perlu penataan ulang kehidupan dan banyak keluarga yang memiliki banyak anak. Perekonomian dan pertumbuhan penduduk sedang mulai meningkat, Adat istiadat masih dipegang teguh dan bahasa slank belum berkembang. Orang-orang pada masa itu masih cenderung “kolot” dan sangat matang dalam pengambilan keputusan.

Generasi Baby Boomers cenderung tidak suka menerima kritik. Uang dan pengakuan dari lingkungan adalah target mereka. Gengsi menjadi urutan pertama dalam kehidupan sosial.

Pandangan akan pekerjaan dan kehidupan pribadi para Baby Boomers tidak seimbang, dimana generasi ini menganggap bahwa hidup untuk bekerja. Tetapi, loyalitas dan dedikasi dalam bekerja menjadi poin positif bagi Baby Boomers.

Bagi Anda yang terlahir sebagai Generasi Baby Boomers, tentunya Anda sedang menikmati masa-masa-masa pensiun, bukan?

Generasi X (Tahun Kelahiran 1961-1980)

Generasi ini cenderung suka akan risiko dan pengambilan keputusan yang matang akibat dari pola asuh dari generasi sebelumnya, Baby Boomers.

Generasi ini terlahir pada masa-masa adanya gejolak dan transisi serta menyaksikan berbagai konflik global seperti Perang Dingin, Perang Vietnam, jatuhnya Tembok Berlin. Generasi ini cenderung lebih toleran, menerima berbagai perbedaan yang ada.

Selain itu, dari segi teknologi informasi, generasi ini mulai mengenal yang namanya komputer sehingga generasi ini mulai berpikir secara inovatif untuk mempermudah kehidupan manusia.

Generasi X sangat terbuka dengan kritik dan saran agar lebih efisien dalam bekerja. Paradigma yang berkembang bagi mereka adalah bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja sehingga kehidupan antara pekerjaan, pribadi, dan keluarga cenderung seimbang.

Generasi Y – Generasi Millennial (Tahun Kelahiran 1981-2000)

Di era ini, selain komputer sudah menjamur, ditambah lagi dengan berkembangnya videogames, gadget, smartphones dan setiap kemudahan akan fasilitas berbasis computerized yang ditawarkan serta kecanggihan internet, membuat Generasi Y menjadi suatu generasi yang mudah mendapatkan informasi secara cepat.

Pola pikir dan karakter generasi ini dapat dikatakan generasi penuh ide-ide visioner & inovatif untuk melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan dan penguasaan IPTEK.

Bagi Anda yang saat ini menginjak usia 20-30 tahun, tentunya Anda adalah Generasi Y dan kini sedang dalam masa akhir perkuliahan dan memasuki dunia kerja. Manfaatkan usia Anda untuk segera memiliki perencanaan keuangan yang mapan sebagai persiapan menuju usia 30an.

Generasi Y cenderung bertanya dan meminta kritik serta saran untuk kemajuannya. Mereka menganggap bahwa rewards terbaik adalah perasaan ketika pekerjaannya dinilai berarti bagi hal-hal tertentu.

Keseimbangan gaya hidup dan pekerjaan menjadi hal yang paling penting bagi mereka Generasi Y. Karenanya, mereka cenderung mencari pekerjaan yang dapat menunjang gaya hidup. Jika tidak, mereka cenderung berhenti dari pekerjaan tersebut.

#4 Generasi Z (Tahun Kelahiran 2001-2010)

Generasi ini adalah peralihan dari Generasi Y dimana teknologi sedang berkembang. Pola pikir mereka cenderung serba ingin instan.

Namun karena usia mereka saat ini masih menginjak remaja, masih belum banyak yang dapat disimpulkan. Kehidupan mereka cenderung bergantung pada teknologi, mementingkan popularitas dari media sosial yang digunakan.

#5 Generasi Alpha (Tahun Kelahiran 2010-Sekarang)

Generasi ini adalah lanjutan dari generasi Z dimana mereka sudah terlahir dengan teknologi yang semakin berkembang pesat. Di usia mereka yang sangat dini, mereka sudah mengenal dan sudah berpengalaman dengan gadget, smartphone dan kecanggihan teknologi yang ada.

Selain itu, kebanyakan mereka terlahir dari keluarga dengan masa Generasi Y yang juga terlahir pada masa-masa awal perkembangan teknologi.

Pola pikir mereka yang terbuka dengan perkembangan serta transformatif dan juga inovatif akan mempengaruhi perkembangan anak-anak generasi Alpha.

6 Tips Modern Parenting

Semua metode parenting itu bagus, asal penerapannya disesuaikan dengan kondisi psikologis dan usia si kecil. Cara yang konvensional yang dinilai protektif pun mulai ditinggalkan. Padahal ada banyak sekali cara mendidik anak supaya ia lebih bisa beradaptasi dengan tuntutan masa depan dengan 6 Tips Modern Parenting di bawah ini.

Continue reading

4 Modal Dasar Menjadi Pemimpin

Setiap pemimpin tidak cukup hanya sebatas jabatan saja. Tanpa 4 Modal dasar social leadership, menjadi pemimpin hanya sebatas jabatan saja dah dikesampingkan oleh orang lain. Modal dasar social Leadership meliputi Individual differences, Self Assessment, Self Awareness dan Risk Taking Behavior. Mari Kita Ulas ke 4 Modal dasar Social Leadeship tersebut.

Continue reading